uncategorized

hanya saja

orang terlihat kuat bukan berarti ia benar-benar seperti itu. terkadang ia berpura-pura, karena apalagi yang bisa ia lakukan selain itu? menjadi rapuh tidak berdaya dan dikasihani banyak orang? tidak. ia tidak ingin hidup seperti itu. meski sebenarnya ia sedang menjalani hidup yang seperti itu. hanya saja tidak ada seorangpun yang tahu.

mereka bilang, orang yang paling sering tertawa adalah orang yang mungkin paling banyak menangis. sendiri. diam-diam. mungkin. dan bagaimana rasanya seperti itu? bukankah menyedihkan? tidakkah ia merasa kesepian?

ada beberapa teman, kulihat sepanjang hari, dimana saja dan kepada siapa saja, ia tertawa. tapi ketika ia bersedih, ia menangis sendirian, kadang memerlukan pelukan, tentu saja. kurasa tidak ada manusia yang mampu menanggung kesedihan seorang diri. entah diceritakan atau tidak, terkadang ia butuh orang lain, meski hanya untuk sebuah pelukan, atau sandaran. memang, selalu ada sajadah untuk bersujud, dan itu lebih dari cukup untuk meredakannya. namun, manusia mungkin cenderung ingin berbagi dengan sesamanya. mungkin.

beberapa orang bersembunyi dibalik senyumnya, tapi mungkin jauh di lubuk hatinya, ia ingin ditemukan.

Advertisements

One thought on “hanya saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s