uncategorized

Sebuah Surat

Ternyata cinta memang bisa sesederhana itu.

unknown person

Just let the past be the past
It’s meaningful in that way
Just sing to the one who left you
Say you loved them without no regrets

Lee Juck – Don’t Worry

Teruntuk (yang dulu menjadi) pemilik senyumku,

Terima kasih karena sudah mengijinkanku untuk mengagumi atau bahkan menyukaimu, dulu.

Aku bersyukur menemukan sosokmu ketika aku merasa hancur. Kamu datang dan menguatkanku. Berkata bahwa aku pantas bahagia. Berkata bahwa aku adalah seseorang yang baik dan akan tumbuh menjadi baik pula.

Terima kasih untuk membiarkanku mengagumimu. Terima kasih untuk senyum, tangis, amarah, dan kejahilanmu. Terima kasih untuk membiarkanku tertawa lepas dan menangis tersedu ketika bersamamu. Terima kasih. Aku sungguh sangat senang pernah merasakan bagaimana menyukai seseorang dengan pemikiran polosku dulu.

Lucu memang, dulu aku tidak mengerti perasaan senang bersama seseorang bisa begitu memberikan efek rindu yang amat besar ketika waktu perlahan memisahkan. Lucu memang, saat mengingat sumber semangat hidupku hanyalah pujian dan…

View original post 113 more words

One thought on “Sebuah Surat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s