cerita riris

Jalanan

Hiruk pikuk lalu lintas selalu menjadi tontonan menarik. Mungkin sebagai pengendara, kita kurang bisa melihat lebih dekat. Tapi bagi saya yang selalu menjadi penumpang karena kepengecutan untuk mengendarai kendaraan sendiri, saya memiliki banyak kesempatan untuk mengamati sekitar dan merekam berbagai kisah penuh hikmah.

Bertemu banyak orang dengan latar belakang dan karakter berbeda selalu memberikan kesan tersendiri. Ada yang sekedar lewat, ada pula yang meninggalkan kenangan. Beberapa menawarkan keramahan, tapi tidak sedikit yang menawarkan kemarahan.

Saya suka mengamati orang-orang disekitar saya, didalam angkot maupun di seberang jalan. Nenek-nenek yang ramah, ibu-ibu yang kerepotan menggendong anaknya, bapak-bapak yang menelpon istrinya untuk memberi kabar bahwa sebentar lagi ia sampai rumah, anak kecil yang sebagian lucu, anak sekolah yang heboh, mas-mas yang lagi nggodain mbak-mbak, dan saya sendiri yang kelelahan sepulang kuliah.

Terkadang ikut terlibat dalam percakapan mengasyikkan dengan supir angkot yang bahagia karena anaknya sukses di perantauan, ibu-ibu yang memberikan wejangan masa depan, nenek-nenek yang menceritakan dengan bangganya bahwa dia dulunya seorang direktur perusahaan yang sukses, dan berbagai percakapan menarik lainnya. Tapi hal yang menyebalkan juga banyak. Yang paling sering membuat mood saya jadi buruk adalah orang yang merokok di angkutan umum. Rasanya mau nangis aja kalo ada orang yang ngerokok di angkot. Sesak. Tapi saya nggak pernah berani buat negur. Takut dimarahin. Jadi saya lebih memilih turun dan pindah angkot.

Dan setelah 7 tahun melintasi kota semarang dengan angkutan umum baik itu angkot, brt, bis, maupun becak, banyak hal yang membuka mata saya.

Pertama adalah saya menyadari bahwa Allah Maha Besar, Maha Adil, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Entah berapa jumlah seluruh manusia tidak pernah luput dari kasih sayang  Allah. Allah sudah mengatur jalan hidup seluruh manusia dengan skenario terbaik bagi setiap manusia.

Kedua, saya tidak sendiri dan masalah yang selama ini saya hadapi mungkin kecil sekali dibanding apa yang orang lain hadapi. Bahwa apa yang selama ini saya keluhkan mungkin menjadi impian bagi orang lain.lagi-lagi saya diajari untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Allah beri.

Ketiga, bahwa pelajaran bisa didapat dimanapun dan dari siapapun. Dan setiap orang yang hadir dalam hidup saya pasti ada pelajaran tertentu yang ingin Allah beri dari orang tersebut.

Keempat, saya harus lebih peduli pada sekitar dan lebih sabar (dilatih dengan angkot yang suka ngetem atau macet).

Kelima, saya harus mencoba nekat atau berani naik motor sendiri karena sudah terlalu lama diejekin adek kelas hajar azizatoen niswa “mbak, udah semester 5 masih aja kemana-mana bawa helm ya mbak.. naik motor sendirinya kapan? wkwk


Tuisan pertama di tahun 2016 kupersembahkan untuk Hajar Azizatoen Niswa

Terima kasih hajar, kamu orang nomor satu yang support aku dalam menjalani hari-hari menulisku ^^ Aku banyak belajar dari kamu adek kelasku yang imut gemesin~

3 thoughts on “Jalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s