cerita riris

Masih Bocah

Memasuki umur 20-an adalah salah satu hal paling menarik dalam hidup. Katanya, usia 20-an adalah usia yang rentan, karena merupakan usia peralihan dari remaja ke dewasa. Katanya lagi, di usia 20-an kita akan memasuki salah satu fase paling rumit dan meresahkan dalam hidup. Dan kini, mau tidak mau, suka tidak suka, aku sedang menjalaninya.

Memang akhir-akhir ini aku lebih suka sendiri, banyak merenung. Tentang masa depan, rencana jangka pendek dan panjang, harapan dan impian, tanggung jawab, kehidupan, mencari jati diri dan memahami perasaan. Hehe. Kadang jadi timbul ketakutan dan kegalauan yang mengundang air mata, wkwk. Oke ini agak lebay tapi serius.

Menurutku, banyak hal yang menjadi peer besar buatku untuk mempersiapkan diri menjadi dewasa. Perempuan yang dewasa itu pertama harus bisa ngendaliin emosinya sendiri. Nah ini masih susah banget buatku. Kalau sedih nggak boleh sedih banget, kalo seneng nggak boleh seneng banget, dan kalo marah harus sabar. Perempuan dewasa dimataku itu ya harus gitu. Harus bisa ngendaliin emosi, bukan dikendalikan emosi.

Yang kedua, harus punya skill kerumahtanggaan eh keputrian maksudnya. Harus bisa ngurus rumah tangga seperti bersih-bersih, masak, menjahit,  menyulam atau kerajinan tangan, manajemen keuangan, merawat diri, mandiri, pandai mengurus rumah dan orang-orang tersayang. Kan nanti kalau sudah berkeluarga sendiri entah mau jadi wanita karir atau ibu rumah tangga, tetep tanggung jawab utamanya kan ngurus hal-hal kerumah tanggaan. Oke ini juga peer besar karena sebagai kakak rumah tangga masih suka ngeluh ketika ngerjain pekerjaan rumah. Ngeluh capek lah, adek nakal lah, minyaknya kena tangan lah. Lah lah lah.

Nah yang paling penting, menurutku perempuan dewasa itu spiritualnya bagus, selalu terisi. Ya memang keimanan kadang naik turun, tapi harusnya semakin dewasa semakin dekat kan sama Allah, keimanan juga kalo bisa stabil bahkan dinaikin terus. Pe er lagi yis. Harus ningkatin kualitas dan kuantitas ibadah wajib maupun sunnah.

Ah ya. Potensi diri perempuan dewasa harus sudah bisa dikembangkan. Apa yang menjadi minat dan bakatnya harus bisa berkembang dan bermanfat bagi orang-orang di sekitarnya.

Apalagi ya? banyak deh hal-hal yang harus dipelajari biar jadi dewasa yis, nggak kayak gini, masih bocah. Ummi aja bilang begitu hehe.

Ibu-ibu : Bu, ini putri pertamanya ya?

Ummi : Iya bu, sudah kuliah

Ibu-ibu : Waah sudah besar ya

Ummi : Iya bu, sudah besar tapi masih kayak anak-anak

He He He

2 Agustus 2015 | Aprisa Anggie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s