uncategorized

Pundak – pundak yang kokoh

Aku kira, hujan ini akan segera berhenti. Matahari akan terbit dan pelangi akan terlukis manis. Ternyata aku salah. Awan mendung datang menumpahkan hujan yang lebih deras, petir dan guntur menyambar menakutkan. Aku akan menghadapi badai.

8_rose-rain-86845

Aku sudah lama sekali tidak menangis. Apalagi sampai seperti ini. Sakit sekali. Kecewa, dan sedikit marah. Rasanya… tidak dihargai. Selama ini aku mencoba bertahan, berjuang sendirian. Banyak hal yang sudah aku korbankan. Aku lakukan karena.. aku sudah terlanjur sayang, terlanjur cinta. Dalam sekali. Hingga semua harapan dan mimpi yang mereka gantungkan kepadaku, akhirnya aku terima dan aku jadikan harapan dan mimpiku. Aku susun rapi dan menjadi motivasi untuk menjadi yang lebih dan lebih baik setiap harinya. Tapi ternyata, semua itu hanyalah menjadi totalitas yang terabaikan.

Aku tidak mengerti. Berat sekali menerima kenyataan, bahwa ternyata… sekali lagi aku di php in. Haha. Kali ini beneran di php in. Aku diberi harapan.. kemudian dijatuhkan. Dihancurkan berkeping-keping.. yang entah apakah kini masih ada bentuknya. Sakit sekali. Teramat sangat. Aku bahkan tidak tahu, kata apa yang tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini.

Dua hari ini aku seperti orang gila. Tiba-tiba nangis sendiri. Melamun. Menerawang. Marah. Berharap ini cuma mimpi buruk. Mimpi yang sangat sangat buruk. Aku kehabisan kata-kata. Aku masih tidak percaya. Rasanya seperti ini…..

annaa

Rasanya ingin lari dan lari. Pergi menjauh. Jauuuuuuuh sekali. Melindungi diri dari segala sesuatu yang telah menyakiti. Ingin sekali membuat mereka menyesal telah melakukan ini semua dengan tega, kejam, tidak berperasaan. Bahkan tidak ada penjelasan. Disembunyikan. Hah! Jangan pernah bohong sama aku. Tidak perlu sembunyi-sembunyi. Sudah aku bilang, aku ini peka sekali. Tidak diberitahu pun, aku tahu. Aku merasa. Aku peka.

Aku tidak tahu langkah apa yang akan kutempuh kedepannya. Untuk saat ini aku hanya mencoba memahami situasi ini. Menimbang-nimbang apa yang harus aku lakukan. Apakah aku akan tetap menjadi pejuang, atau berhenti dan menjadi pecundang. Lagi-lagi, pilihan yang sebenarnya sudah jelas sekali aku harus ambil yang mana. Tapi.. berat sekali. Bagaimana nanti aku akan berjuang dengan luka yang sudah begitu dalam tertancap di hati. Yang entah kapan sembuhnya. Mungkin tidak akan pernah sembuh.

Kuatkan hati. Kokohkan pundak. Sayang, Allah rupanya sangat menyayangimu. Allah ingin meninggikan derajatmu sayang.. Allah menyayangimu, insyaAllah. Dan Ingatlah.. jauh jauuuuuh didepan sana, kamu akan mendapatkan hadiah atas semua hal yang kamu lakukan yang tidak terlihat, bahkan tidak berharga dan tidak dianggap dihadapan manusia di sekelilingmu. Allah adalah sebaik-baik pemberi tempat dan balasan. Yakinlah sayang, yakinlah. Allah telah memberimu pundak-pundak yang kokoh, untuk melewati semua ini.

“Stay strong, beautiful. Because things will get better. It might be stormy now, but it can’t be rain forever”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s