uncategorized

Menengok ke belakang

“halo, apa kabar?”

aku menemukanmu disuatu waktu, jauh dibelakang sana. bersama sebuah kisah yang menyelimuti keberadaanmu. yang kini menjadi sejarah yang cukup menggelikan untuk dikenang.

ah ya, kamu harusnya merasa bahagia. akhirnya aku menuliskan cerita ini. menuliskan kamu. ahaha. aku tidak sembarang menuliskan “kamu”. entah kamu dalam tulisanku itu kamu, atau kamu, atau mungkin kamu. tidak setiap kamu adalah kamu. mengerti? apa? tidak? ya.. sudahlah lupakan.

aku tidak begitu ingat, karena sudah lama sekali. waktu itu kita masih teramat kecil ya. dan kamu dengan sok dewasa bilang begitu. kamu bercanda. tapi kemudian kamu mendadak menjadi berbeda. dan aku takut. lebih baik aku menjauh darimu. kamu bersikap aneh. aku tidak mengerti. atau lebih tepatnya, aku pura-pura tidak mengerti. aku tidak mau.

meski sebenarnya kamu manis sekali. ah maaf. bukan kamu. tapi sikapmu. ya, sikapmu manis sekali. terima kasih ya sudah baik sekali padaku. entah sudah berapa banyak senyumku -yang kusembunyikan- karenamu.

mengingat itu membuatku tertawa geli. tapi aku tidak mau kembali. biarlah tersimpan rapi dalam memori. yang suatu saat bisa kutengok sesekali.

sudah, menengok ke belakangnya sudah ya. masa depan sudah menanti. mungkin suatu waktu nanti, kita bisa bertemu kembali🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s