quotes

Reblog : Garis Batas Manusia

Sebuah tulisan dari masgun yang lagi-lagi aku suka😀 Sumbernya bisa dilihat dengan klik di sini.

Setiap orang memiliki garis batas dalam hidupnya masing-masing. Sebuah area dalam pikiran dan hidupnya yang semu. Sebuah batas dalam pikiran yang membuat setiap langkah hidupnya tidak akan melewatinya. Sebuah batas yang sulit digambarkan tapi ada bagi setiap orang.

Coba perhatikan. Apa yang membuat langkah seorang laki-laki terhenti untuk meminta seorang perempuan dari orangtuanya? Apa yang membuat langkah seorang anak terhenti untuk meraih cita-citanya? Apa yang membuat langkah kita terhenti untuk mengutarakan sesuatu kepada orang lain? Apa yang membuat langkah kita terhenti untuk berkelana lebih jauh?

Banyak sekali batas dalam hidup kita yang tidak bisa kita lewati. Bila kita memaksakan diri, ada banyak hal yang mungkin akan dikorbankan di sana. Entah itu kepercayaan orang lain kepada kita, entah itu rasa cinta, entah itu kenyamanan dan keamanan hidup, yang jelas pengorbanan itu biasanya menuntut hal-hal yang paling berharga dalam hidup yang kita miliki.

Setiap orang memiliki batasnya masing-masing. Di simpannya rapat-rapat dan tidak pernah ditunjukkan kepada orang lain. Karena apa yang ditunjukkan adalah hal-hal yang bisa dicapainya dan mungkin itu hanya menjadi angan untuk orang lain. Karena orang lain tidak mungkin mencapainya karena batas dalam hidupnya. Kita saling terpesona satu sama lain. Kita saling kagum satu sama lain. Meski diam-diam kita memendam rasa ingin kita karena batas yang kita miliki.

Tidak ada manusia yang benar-benar bahagia di dunia ini. Kebahagian itu sesuatu yang ada di surga, kita harus mati dulu untuk merasakannya. Karena hidup ini adalah langkah-langkah perjuangan. Manisnya akan terasa selepas semua ini, dimana batas itu benar-benar telah hilang dari hidup kita. Ketika kita tidak lagi dikhawatirkan pada dosa. Ketika kita tidak lagi dibuat cemas pada masa depan.

Tidak ada manusia yang benar-benar bahagia di dunia ini. Mereka hanya pandai menutupi kesedihannya.

Rumah, 2 Agustus 2014 | (c)kurniawangunadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s