cerita riris

90 halaman

Coba bacalah. 90 halaman dan kau akan mengetahui seberapa berlebihannya aku. Belum lagi beberapa tulisan yang berstatus *protected* di blog ini. Dan beberapa halaman buku harianku. Ketika kamu membacanya, (mungkin) kamu akan mengerti.

Maafkan aku karena menjadikanmu tokoh utama dalam setiap ceritaku. Maaf. Mungkin aku setengah sadar menulisnya. Entah terlalu gembira atau sedang sesenggukan. Ya ampun, aku memulainya lagi. Satu tulisan lagi tetangmu. Maaf.

Hmf, aku tidak tahu bagaimana mejelaskannya. Tapi 90 halaman itu belum selesai. Sudah aku tinggalkan lama sekali. Tidak tersentuh, tidak terbaca. Aku tinggalkan. Yaa aku pernah berharap kamu akan melanjutkannya. Tapi aku pikir tidak mungkin. Mungkin saat ini kamu sedang menuliskan cerita lain, dengan tokoh berbeda dan bahkan tidak ada aku nya. Aku tidak tahu. Tapi aku baik-baik saja. Percayalah.

Kemudian aku menemukan Kak Azhar, seorang penulis. Dan ketika membaca karyanya, aku kembali teringat akan 90 halaman itu. Ingin kulanjutkan. Kau tahu? Kak Azhar melakukan hal yang sama seperti aku. Menuliskan semuanya. Dengan sedikit samaran tentunya. Tapi ajaibnya, menjadi nyata. Ya, meskipun ada fiksinya, tapi akhiranya, indah. Oh tidak, aku dengan bodohnya mulai berharap lagi. Dan aku merasa jijik dengan semua tulisan ini. Ugh. Aku membencinya, tapi aku menyukainya. Menulis adalah bagian dariku. Meski kadang kata-kata yang kugunakan terlalu berlebihan sehingga menimbulkan suatu hal yang menjijikkan.

Jadi, apakah 90 halaman itu akan kulanjutkan? Aku tidak tahu. Aku tidak berani menulisnya lagi. Tidak berani menerka-nerka apa yang akan terjadi. Mungkin jika aku menuliskan sebuah akhiran untuk tulisan itu, akan menjadi sebuah do’a. Tapi ah aku terlalu takut. Aku takut akan ada harapan dan akan ada yang terluka. Entah itu aku, kamu, atau orang-orang yang menyayngi kita.

Biarkanlah. 90 halaman itu masih tersimpan rapi disini. Mungkin suatu saat nanti aku akan menlanjutkannya. Atau mungkin kamu. Atau mungkin, 90 halaman itu tidak akan pernah selesai. Tergantikan oleh 90 halaman lainnya. Siapa tahu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s