cerita riris · quotes

Down

Down

Hidup itu bagai roda yang berputar. Kadang kita berada di atas, kadang dibawah.

Dan sekarang aku sedang berada di bawah. Aku berada dalam kondisi dimana fisik, mental, pikiran, dan perasaan lagi jatuh banget.

Minggu terakhir puasa ramadhan, fisikku mulai memburuk, terutama perutku. Awalnya, setelah sahur aku muntah. Nggak tau kenapa. Rasanya mual. Hari-hari setelah itu, aku selalu bangun sahur lebih awal. Itu karena aku nggak bisa tidur. Badanku rasanya pegal, perutku rasanya sakit sekali. Parahnya, perutku nggak mau diisi. Akhirnya aku makan cuma dua-tiga sendok, kemudian minum obat. Badanku terasa lemas sekali. Duduk saja aku nggak kuat. Tapi aku beruntung karena minggu itu sudah libur. 17 Agustus, aku masuk sekolah. Upacara. Ya Allah, aku sempat berpikir akan pingsan saat upacara. Tapi ternyata fisikku lebih kuat dari yang aku bayangkan. Aku kuat berdiri sampai upacara selesai. Meskipun setelah itu aku langsung tiduran di masjid, kelelahan. Dan kata temanku mukaku pucat.

19 Agustus. Kondisiku membaik. Akhirnya aku mudik ke Pemalang. Tapi sayang, disana sakit perutku kambuh. Sakiiit sekali. Yah, disaaat seluruh keluargaku berkumpul, aku justru berada di atas kasur, meronta atas rasa sakit di perutku. Dua hari kemudian aku mudik ke Purwokerto. Disana, kondisiku membaik, meskipun kadang-kadang rasa sakit itu kembali. Tapi mukaku masih pucat, terlihat di beberapa foto yang saat itu diambil.

Selama dua minggu liburan, entah kenapa aku selalu mendapat mimpi yang aneh. Kebanyakan sih mimpi indah. Dan semua mimpiku tampak seperti nyata. Membuatku berharap kembali. Terakhir, hari selasa kemarin aku mimpi aneh lagi. Tapi yang ini aku mimpi buruk. Di mimpiku, aku nangis. Waktu aku bangun, ternyata aku beneran nangis. Air mataku beneran keluar. Dan ternyata, hari itu aku mengeluarkan banyak sekali air mata.

Selasa, 28 Agustus 2012. Bisa dibilang hari terburukku. Hari itu sudah mulai pelajaran tapi nggak ada yang masuk ke otakku. Otakku jadi lemooooot banget. Ditambah lagi, aku merasa pusing dan mual. setelah pelajaran matematika, waktu istirahat pertama, aku nangis di mesjit. Karena banyak hal. Pertama, karena di kelas 12 ini aku nggak punya soulmate di kelas. Kedua, beberapa pelajaran yang kusukai dan aku merasa bisa, entah kenapa di awal kelas 12 ini aku nggak mudeng. Mungkin karena gurunya yang cara mengajarnya nggak bisa kuterima. Dan aku masih kaget sama perubahan-perubahan yang terjadi. Seperti pelajaran berakhir pukul 15.15 tiap Selasa sampai Kamis. Aku merasa bahwa tahun terakhirku di sma ini akan suram. Setelah banyak hal buruk yang menimpaku akhir-akhir ini, akhirnya aku nangis. Dan sedihnya lagi, temen-temen nganggep aku nangis karena galau, karena dia. Sok tau. Halooo.. kalian yang selalu bilang aku harus move on. Tapi kalian sendiri yang juga selalu ngingetin aku. Kalian pikir hidupku, nangisku, senengku, karena dia? Ada banyak hal yang lebih penting! Tidak bisakah kalian berfikir positif padaku? Kenapa setiap hal yang aku lakukan kalian kaitkan dengan dia?

Pulang sekolah, aku muntah-muntah. Mual, pusing. Akhirnya aku tidur cepat. Malemnya, aku bangun. Kemudian, terjadilah sesuatu yang seharusnya tidak pernah kulakukan. Hingga akhirnya aku nangis lagi. Menangisi diriku sendiri. Menyesal atas apa yang terjadi dua tahun terakhir. Bertanya-tanya kenapa harus seperti ini? Berharap bisa memutar waktu dan mengubah semuanya. Aku tau aku salah. Dan aku menyesal. Disaat itulah aku tahu siapa ‘teman’ ku. Buat Sarah, makasih ya, kamu memang ngertiin aku. Selalu ngertiin aku. Malem itu aku udah ngeluarin semuanya. Jujur sejujur-jujurnya. Nggak mau pura-pura lagi. Aku nangis lama benget sampe aku bener-bener lega, plong. Dan semoga saja itu terakhir kalinya aku menangis karena hal yang sepele seperti itu.  Dan Sarah bener-bener bisa ngertiin aku. Nggak mencemooh aku, nggak maksa aku. Selalu dukung yang terbaik buat aku. Membantuku menata semuanya kembali

Rabu, 29 Agustus 2012. Hari ini aku nggak masuk sekolah. Karena aku masih nggak enak badan dan merasa belum siap memulai hidup kembali. Hari ini aku belajar. Belajar menata hati. Belajar bagaimana caranya bersyukur. Belajar memahami hidup. Belajar mengerti atas rencana yang telah digariskan Allah untukku, yang pastinya itu yang terbaik untukku. Tidak baik terlalu lama bersedih dan menyesali sesuatu. Ada banyak hal yang harus dikerjakan. Ada banyak hal yang jauh lebih penting. Yah, meski terkadang seseorang butuh waktu untuk menyendiri, berpikir atas apa yang telah dia lalui dan mencari jawaban atas apa yang telah ia putuskan dalam dirinya.

Bahagia itu sederhana. Saling berbagi. Bebaskan hati dari rasa benci. Selalu bersyukur atas apa yang kita miliki hari ini🙂

18.38

29 Agustus 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s