Islam

Tahukah Engkau, Wahai Ukhti #2

Oke, setelah beberapa kali menulis tulisan yang gaje, akhirnya saya kembali menulis tulisan yang Insya Allah lebih bermutu, hehe. Sebenernya tulisan ini copas dari majalah rohis sma2, m-news edisi xi tahun 2011 halaman 16 –dengan perubahan. Selamat membaca😉

Kaum feminis bilang susah jadi perempuan Islam, lihat saja peraturan dibawah ini:

  1. Perempuan auratnya lebih banyak dan susah dijaga dibanding laki-laki
  2. Perempuan wajib meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya
  3. Perempuan saksinya kurang dibanding laki-laki
  4. Perempuan menerima pusaka/warisan kurang dari laki-laki
  5. Perempuan perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
  6. Perempuan wajib selalu taat kepada suaminya tetapi suami tidak perlu selalu taat pada istrinya
  7. Talak terletak ditangan suami, bukan istri
  8. Perempuan waktunya kurang dalam beribadah karena masalah haid dan nifas sedangkan laki-laki 100% waktunya dapat digunakan beribadah kepada Allah

Oke, jangan merasa kita sebagai perempuan dihadapkan pada sesuatu yang tidak adil. Justru disinilah letak keadilan Allah SWT. Inilah fakta sesungguhnya:

Itulah makanya, perempuan baik-baik pasti perempuan yang dijaga baik-baik pula. Allah mejaga perempuan dengan perintah menutup aurat.

Perempuan wajib taat kepada suami tetapi laki-laki wajib taat pada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang perempuan?

Perempuan perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Perempuan menerima pusaka kurang dari laki-laki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sedangkan laki-laki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anak. Istri = perempuan.

Di akhirat kelak, seorang laki-laki akan dimintai pertanggungjawaban terhadap 4 perempuan ini: istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Sedangkan perempuan hanya dimintai pertanggungjawaban atas dirinya sendiri.

Seorang perempuan boleh memasuki pintu syurga melalui pintu syurga manapun cukup dengan 4 syarat saja: sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, taat pada suaminya, dan menjaga kehormatanya.

Seorang laki-laki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi perempuan jika taat pada suaminya dan menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Subhanallah, sedemikian sayangnya Allah pada perempuan kan? Berbahagialah kita ya ukhti🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s