uncategorized

Muhammad Naufal Alfarizki

Dulu aku sangat ingin memiliki adik laki-laki. Alhamdulillah Allah mengabulkan doaku. 3 November 2004, lahirlah seorang bayi laki-laki mungil nan gembul. Namanya Muhammad Naufal Alfarizki. Adikku yang satu ini lahir di bidan, dekat rumahku. Aku sendiri ikut mengantarkan umi ke bidan saat umi merasa mau melahirkan. Setelah itu aku disuruh pulang ke rumah. Dirumah, aku berdoa dan terus berdoa. Aku takut, cemas. Umi, aku takut sekali waktu itu. Aku takut umi kenapa-napa. Soalnya, aku sempet nguping dan ndenger kalo adek di perut umi kepalanya terlilit tali pusar.

Keesokan harinya, abi bilang, umi sudah melahirkan. Alhamdulillah laki-laki. Alhamdulillah selamat. Walaupun waktu itu adek bayi mukanya agak biru karena sempat terlilit tali pusar, tapi Alhamdulillah semua baik-baik saja. Terima kasih Ya Allah🙂

Setelah itu, rumahku rame. Aku, nisa, ais, berebut menciumi adek bayi. Berebut menggendong adek bayi, nitah adek bayi *belajar jalan*, main bareng adek. Waktu itu rizki lucu sekali. Menggemaskan.

Dua tahun kemudian, umi melahirkan lagi. Anak kelima. Perempuan. Kali ini umi melahirkan di rumah sakit dekat rumah, rumah sakit ibu dan anak plamongan indah. Hampir setiap hari, aku ke rumah sakit naik sepeda, menjenguk umi. Waktu itu kandungan umi berumur tujuh bulan. Tapi sudah besar. Umi nggak kuat. Akhirnya, pada tanggal 25 Agustus 2006, umi melahirkan dengan operasi caesar. Prematur. Berat bayi yang lahir… empat kilo! Karena prematur, adek bayi yang akhirnya dipanggil imut, harus dirawat di dalam inkubator. Dipindahkan ke rumah sakit tlogorjo.

Akhirnya, dua adek kecilku itu tumbuh besar. Tapi, ketika rizki semakin besar, aku jadi benci sama rizki. Rizki nakal. Nakaaal sekali. Sukanya maksa, mukul, nendang, semua permintaannya harus dituruti. Aku jadi males ngajak temen-temen main kerumah. Kasihan mereka, nanti dipukulin rizki. Waktu itu aku benci sekali sama rizki. Apa semua anak laki-laki waktu kecil senakal itu?

Sekarang rizki sudah kelas 2 SD. Nakal, masih. Tapi udah nggak senakal dulu. Sekarang rizki gendut, jadi kekuatan untuk mukulnya semakin besar. Sakit. Berapa kali badanku ini lebam dipukuli dan ditendangi rizki. Tapi aku udah nggak benci lagi. Memaklumi, rizki masih anak kecil.

Nah, pada suatu hari, ada kejadian yang membuatku terharu. Gini nih.. waktu itu, aku lagi di kamar sendirian. Posisiku lagi berdiri. Tiba-tiba ada dua tangan mungil memelukku. Aku merunduk, Ya Allah, rizki memelukku. Setelah rizki melepas pelukannya, aku duduk, aku tanya sama rizki “rizki kenapa meluk mbak riris?” teman-teman, setelah itu rizki bilang “rizki sayang kakak” Ya Allah, waktu itu aku mau nangis. Berkaca-kaca, terharu. rizki memelukku lagi kemudian mengecup kedua pipiku. Setelah itu dia pergi keluar kamar. Rizki, mbak riris juga sayang sama rizki. Rizki, maafin mbak riris ya.. mbak riris pernah membenci rizki. Mbak riris pernah bilang rizki nakal. Rizki, maafin mbak riris yaa, mbak riris sayang rizki :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s