cerita riris

Air Mata

Air mata. Entah kenapa aku akrab sekali dengan air mata. Sedikit-sedikit nangis. Kesannya cengeng ya?

Aku bisa dengan mudah menggunakan air mataku. Tapi, semenjak masuk SMA aku mulai membiasakan diri mengontrol air mataku dengan cukup baik. Hehe. Kata orang, kalau aku ngomong, mataku berkaca-kaca, kayak mau nangis. Aku juga ngerasa kayak gitu. Kadang, kalau aku ngomong, aku ngerasa mataku basah, berair, dan mau nangis. Nggak tau kenapa. Apa ini kelainan atau penyakit atau apa. Kalau udah ngerasa kayak gitu, biasanya aku berhenti ngomong terus mengusap mataku.

Yah, dalam kondisi apapun aku bisa ngeluarin air mata untuk mengekspresikan perasaan dan emosiku. Kalau aku seneng, aku nangis. Kalau sedih, nangis juga. Terharu, nangis juga. Aku lagi  bingung, nangis. Bahkan kalau aku sebel atau marah, aku nangis juga. Hehe, cengeng ya?

Tapi ya nggak tiap hari aku nangis lah. Biasanya kalau aku sedih, ya.. aku coba nggak nangis.. tapi kalau udah bener-bener nggak kuat, nangisnya bisa semaleman. Hehe.

Nih misalnya lagi, aku ada banyak tugas, dan organisasi yang kuikuti ada event apa gitu yang sibuk banget pokoknya. Trus ada masalah ini itulah. Ada yang nggak beres ini itulah. Ujung-ujungnya pasti aku nangis. Hehe. Emang sih, nangis nggak nyelesaiin masalah, tapi dengan nangis, setidaknya bisa ngurangin beban yang ada di hati dan pikiranku.

Menangislah jika memang kamu ingin menangis. Itu bisa membuatmu merasa lebih baik. Tapi jangan hanya menangis. Karena nangis nggak nyelesaiin masalah😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s